News

Check out market updates

DAYA LISTRIK SEBAGAI IMPULSE BARU UNTUK PEMBANGUNAN PULAU SUMBA.

FullSizeRender (4)
Sampai waktu tidak lama dulu pulau Sumba dianggap sebagai salah satu pulau termiskin di Indonesia. Cara hidup yang dekat dengan primitif mengingatkan abad jauh ketika orang belum dengar tentang kesejahteraan peradaban seperti listrik. Namun dalam kasus jika mereka mendengar, tidak mampu membayar biaya tinggi pada bahan bakar diesel untuk pembangkit tenaga listrik. Oleh karena itu sebagian besar dari desa pada waktu sore dan waktu malam  menjadi dicakupi dengan kegelapan. Dalam kondisi seperti di Indonesia, di mana hari sudah menjelang gelap sampai jam 7 malam , tentu fenomena tersebut  tidak cocok untuk keberadaandan bekerja  yang menguntungkan, meskipun lingkungan surga yang terdiri dari laguna luar biasa dan garis pantai yang indah. Kekurangan daya listrik adalah halangan besar untuk perkembangan wilayah, juga dari sudut pandang pariwisata.
Sehubungan dengan wilayahnya pulau Sumba menempati 11 153 km3 (210 km dengan 40 km) dan dapat dibandingkan dengan bagian keempat dari Belanda. Berdasarkan data tahun 2010 – 656 259 orang menghuni wilayah tersebut. Pada tahun 2013 organisasi yang sangat menarik, Hivos, tiba ke pulau, dan menawarkan layanannya dan juga berjanji bahwa cahaya akan datang ke setiap rumah. Perjanjian dengan Kementerian Energi Indonesia telah ditandatangani tahun ini. Hivos melaksanakan misi untuk menyediakan pulau sepenuhnya dengan listrik dalam jangka waktu10 tahun, dan juga untuk memulai dan menggunakan  merupakan sumber energi alternatif, seperti baterai surya dan pembangkit listrik angin, sebanyak mungkin di Sumba.
Akses ke tenaga listrik membuka berbagai kesempatan bagi penduduk lokal. Berkat  baterai surya cahaya sudah datang ke banyak desa, dan orang-orang dapat menerangi rumah mereka waktu sore dan malam . Rumah sakit bisa menyimpan obat-obatan dan vaksin di lemari es sekarang. Dan sekolah dapat menggunakan komputer. Sekarang tidak perlu pergi kilometer untuk mendapatkan air putih, sekarang cukup menghidupkan pompa yang akan dapat air dari sumber bawah tanah.
Sejak saat ketika perjanjian tentang tenaga listrik ditandatangani pulau Sumba mulai berkembang dengan cara khususnya. Investor langsung bereaksi dan sekarang aliran investasi asing dan lokal mulai bergabung ke Sumba, dan sampai saat ini proses itu pada tahap pertumbuhan yang stabil. Investor mulai membangun hotel, toko, bank, restoran. Bisnis pariwisata mulai mengembangkan dan agen-agen pariwisata menjadi terbuka. Dan itu hasil dari dua tahun kerja saja. Misi perusahaan Hivos, yang ditujukan untuk sambungan aktif pulau dengan sumber listrik, akan terus lebih dari 8 tahun. Tidak hanya Kementerian Energi Indonesia tetapi juga pemerintah perusahaan energi PLN dan Bank Pembangunan Asia mengambil bagian dalam pekerjaan ini dan diberikan berbagai dukungan untuk eksekusi pekerjaan itu.
Saat ini sulit  membayangkan berapa hal baru akan muncul di pulau Sumba dalam upaya bersatu seperti ini dan kesempatan baru yang akan dibawa oleh listrik yang ditunggu-tunggu di sini begitu banyak.
Sumba Realty